Tips Naik Pesawat Dengan Balita Supaya Tidak Takut

Tips Naik Pesawat Dengan Balita Supaya Tidak Takut
Tips Naik Pesawat Dengan Balita Supaya Tidak Takut

Pesawat terbang merupakan alat transportasi yang praktis. Perjalanan Jakarta-Surabaya yang memakan waktu dua hari lewat jalan darat, hanya ditempuh dalam dua jam. Tak heran, alat transportasi ini menjadi salah satu primadona untuk melakukan perjalanan, apalagi dengan harga tiket pesawat yang relatif terjangkau. Artikel ini akan memberikan tips naik pesawat dengan balita supaya tidak takut karena ada kemungkinan Anda akan membawa anak Anda yang masih balita.

Namun bagi Anda yang membawa balita, bepergian menggunakan pesawat kerap menjadi dilema. Bila diajak pastinya merepotkan. Pasalnya, si kecil seringkali tidak merasa nyaman, dan akhirnya rewel. Tapi, bila tidak diajak bepergian, kok rasa-rasanya tidak tega.

Sebetulnya, terbuang bersama si kecil dapat menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menyenangkan, asal Anda tahu caranya.

Sebelum penerbangan
Jangan anak, bagi sebagian orang dewasa, bepergian dengan pesawat masih kerap menjadi pengalaman yang menakutkan.

Perkenalkan anak dengan pesawat, misalnya dengan menunjukkan gambar dan melaukan permainan peran (role play): pilot pramugari, dan penumpang. ajak pula mereka merasakan “pengalaman terbang” bersama. Ajak mereka membaca buku-buku tentang perjalanan dengan pesawat yang mengasyikkan agar mereka semakin tertarik.

Apabila Anda ragu dengan kondisi kesehatan mereka, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Mintakan obat yang aman bagi anak untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi “beban” selama terbang.

Selama penerbangan
Dalam beraktivitas apa pun, sebetulnya yang paling dibutuhkan seorang anak adalah rasa nyaman. Tak terkecuali saat terbang. tugas orangtua yang paling utama saat mengajak anak bepergian dengan pesawat adalah menjaga kenyamanan si kecil. Dengan demikian mereka dapat menikmati apa pun tanpa rewel.

Awas! Tekanan udara pada kabin pesawat adalah “musuh” utama bagi si kecil. Pasalnya, tekanan udara yang berubah-ubah karena ketinggian pesawat ini mampu membuat telinga terasa tidak nyaman. KJakla sudah begini, si kecil pasti rewel. Untuk mengatasinya, dapat dengan memberikan dot atau permen.

Intinya adalah membuat rahang si kecil agar selalu bergerak untuk “memecah” tekanan udara pada telinga. Hindarkan memberi permen karet, karena dikhawatirkan akan ditelan oleh si kecil. Menguap ternyata dapat pula melepaskan tekanan pada telinga. Demikian pula saat bayi menyusu ASI.

Jangan lupa untuk membawa mainan kesayangan si kecil. Tentunya tidak merepotkan. Simpan mainan pada tas yang diletakkan pada kabin supaya mudah membawa laptop untuk memutar film kartun. Tapi jangan lupa untuk membawa headphone agar tidak mengganggu penumpang lain.

Demikianlah tips naik pesawat dengan balita supaya tidak takut. Semoga bermanfaat bagi Anda yang membawa anak balitanya naik pesawat.

Simak pula artikel lainnya: Mengapa Tidak Boleh Menghidupkan Ponsel di Dalam Pesawat Terbang.

Kasih Komentar kamu di sini