Temuan Vaksin baru untuk Bantu Penderita Tumor Otak Ganas

Temuan Vaksin baru untuk Bantu Penderita Tumor Otak Ganas
Temuan Vaksin baru untuk Bantu Penderita Tumor Otak Ganas

Sebuah penelitian terbaru menginformasikan bahwa vaksin Celldex Therapeutics dapat membantu pasien kanker otak hidup lebih lama. Seperti yang diketahui bersama, kanker otak dikenal sebagai penyakit paling mematikan. Itu sebabnya temuan vaksin baru untuk bantu penderita tumor otak ganas merupakan angin segar bagi para penderitanya.

Vaksin baru untuk kanker otak yang dibuat berdasarkan individu pasien, menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumor mereka, terbukti efektif dalam penelitian klinis fase 2 multisenter.

Pasien dapat memiliki peluang hidup yang lebih baik, sampai beberapa bulan atau lebih.

Hasil penelitian ini diumumkan 32 Mei 2015 pada pertemuan American Association of Neurological Surgeon di Miami, AS. Penelitian ini membandingkan efektifitas vaksin pada lebih dari 40 pasien glioblastoma multiforme yang dirawat di UNSF’s Helen Diller Family Comprehensive Cancer Center, Seidman Cancer Center, University Hospitals Case Medical Center di Cleveland dan New York-Presbyterian Hospital/Columbia University Medical Center, New York.

Penelitian in menemukan, vaksin ini dapat memperpanjang usia pasien sampai beberapa bulan, ketika dibandingkan dengan 80 pasien lain yang dirawat di rumah sakit yang sama tapi mendapat terapi standar (47 minggu dibandingkan 32 minggu). Beberapa pasien yang mendapatkan vaksin kanker, mampu bertahan hidup lebih dari satu tahun.

Hasil-hasil ini sangat provokatif. Hasilnya menunjukkan pada kita bahwa dokter dapat memperpanjang harapan hidup pasien lebih lama lagi dengan mengombinasikan vaksin dan obat lain yang meningkatkan respons kekebalan.

Langkah berikutnya akan lebih ekstensif. Dia akan mencoba meneliti dalam sebuah penelitian acak kombinasia vaksin tersebut dengan avastin, terapi standar untuk kanker jenis ini, dibandingkan pemberian avastin saja.

Dari 73 pasien, 30% dari mereka yang diberikan vaksin Celldex dengan Roche Holding Avastin dapat bertahan hidup 18 bulan lebih lama dibandikkan 15% dari mereka yang hanya mengonsumsi Avastin.

Vaksin yang sering disebut sebagai vaksin rintega ini memacu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang kanker. Ia menargetkan tumor yang menyebabkan mutasi genetik yang ditemui di sekitar sepertiga dari semua penyakit glioblastoma.

Penelitian-penelitan tersebut, yang dilakukan oleh National Cancer Institute, akan telah merekrut pasien akhir tahun 2012.

Temuan vaksin baru untuk bantu penderita tumor otak ganas ini merupakan terobosan baru dalam pengobatan kanker Glioblastoma dan diharapkan dapat menolong para penderitanya.

Baca juga: Kanker Otak Glioblastoma dan Vaksin Kanker Masa Depan.

Kasih Komentar kamu di sini