Strategi dan Kiat Memberi Makanan Sehat Kepada Anak

Strategi dan Kiat Memberi Makanan Sehat Kepada Anak
Strategi dan Kiat Memberi Makanan Sehat Kepada Anak

Sebelum usia si kecil menginjak 12 bulan, anda memang perlu ekstra teliti dan cermat memilih jenis makanan untuknya. Tidak semua jenis meakanan baik untuknya, meskipun makanan itu adalah olahan susu atau bahan alami lainnya. Itu sebabnya Anda membutuhkan strategi dan kiat memberi makanan sehat kepada anak agar anak Anda tidak terekspos dengan makanan yang salah.

Masalahnya, sistem pencernaan si kecil mungkin belum terlalu kuat dan siap untuk menerima atau mengolah semua jenis makanan. Jadi, secara perlahan dan bertahap tetap kenalkan segala jenis dan rasa makanan.

Namun ada baiknya Anda juga tetap ingat, sebelum anak berusia 12 bulan, ada beberapa jenis makanan yang patut ditunda dulu pemberiannya.

Sebelum usia 12 bulan.
– Susu sapi murni.
– Garam, gula pasir (putih), bumbu-bumbu yang terlalu kuat, madu yang tidak dipasteurisasi.
– Kacang-kacangan dan selai kacang.
– Putih telur (namun, putih telur yang sudah direbus bisa mulai Anda kenalkan setelah bayi berusia 7 bulan.

Sebelum usia 7 bulan.
Semua makanan di atas ditambah:
– Sereal gandum, pasta gandum, dan roti.
– Kedelai dan semua produk olahan kedelai (kecuali formula berbahan dasar kedelai, jika bayi menderita intoleransi laktosa).

Sebelum usia 6 bulan.
Semua makanan di atas ditambah dengan yogurt.

Variasikan makanan untuk si kecil. Variasikan finger food untuk si kecil, dengan memanggang, mengukus, atau merebus, dan memotong bahan makanan sesuai ukuran yang bisa digenggamnya.

Apa saja?
– Pasta yang sudah direbus.
– Roti gandum.
– Kue bolu.
– Kuning telur yang sudah direbus matang.
– Sayuran, seperti wortel, buncis, atau brokoli yang dipotong kecil memanjang dan dikukus atau direbus.
– Potongan buah yang lunak dan manis, atau bisa juga dikukus sebentar.
– Potongan tofu atau keju.
– Potongan roti panggang atau yang sudah diklumuri sedikit butter.
– Sereal organik atau biskuit tanpa pemanis.
– Potongan daging tuna yang sudah dipanggang.

Idealnya, makanan padat pertama sebaiknya adalah makanan dari bahan organik, alami dan segar (tidak menggunakan pestisida). memilih bahan makanan organik bisa mencegah masuknya berbagai bahan kimia berbahaya ke tubuh baik.

Organofosfat, zat yang terkandung dalam pestisida misalnya, dalam jumlah berlebihan terbukti bisa menyebabkan kerusakan otak dan sistem saraf manusia.

Dalam makanan non-organik juga mungkin sekali terdapat banyak kandungan nitrogen, kalium karbonat, dan fosfat yang biasa digunakan untuk merangsang pertumbuhan tanaman.

Zat-zat tersebutlah yang mencuri mineral penting seperti seng, krom, dan selenium di dalam bahan makanan. Sebaliknya, bahan makanan organik justru dapat memberikan asupan mineral serta vitamin dalam jumlah yang cukup besar.

Untuk itu, sedapat mungkin hindari bahan makanan non-organik, dengan cara:
1. Bacalah dengan teliti, label yang tertera di semua produk makanan atau minuman untuk bayi. Perhatikan takaran porsi yang tepat dan sesuaikan dengan usia anak.
2. Hindari zat kimia tambahan, seperti pewarna, penguat rasa, kaldu instan, pemanis buatan, atau penambah aroma.
3. Hindari makananyang dibuat lewat proses radiasi atau rekayasa genetik.
4. Jangan menggunakan kertas aluminium atau pembungkus plastik untuk makanan si kecil. Lebih baik gunakan kertas lilin atau wadah dari kearmik untuk menyimpan makanan bayi.
4. Gunakan produk ramah lingkungan untuk mencuci piring.
5. Jangan gunakan microwave untuk menghangatkan makanan bayi. Lebih baik, letakkan wadah makanan di dalam panci berisi air panas.

Agar bayi Anda sehat, tidak ada salahnya Anda mencoba strategi dan kiat memberi makanan sehat kepada anak ini agar Anda tidak lagi bingung untuk memberikan makanan sehat kepada bayi Anda.

Baca juga: Cara Sukses dan Aman Menurunkan Berat Badan dan Sehat.

Kasih Komentar kamu di sini