Penyebab dan Cara Pencegahan Diabetes Melitus Secara Efektif

Penyebab dan Cara Pencegahan Diabetes Melitus Secara Efektif
Penyebab dan Cara Pencegahan Diabetes Melitus Secara Efektif

Diabetes melitus (DM) merupakan bagian dari hidup kita. Ironisnya, sebagian besar orang tidak menyadari kalau diri mereka diabetesi – pengidap diabetes. Kebanyakan orang tidak mengetahuinya, padahal perjalanan penyakitnya sudah lama, dan mereka tidak melakukan pemeriksaan sejak dini. Itu sebabnya kita harus mengetahui penyebab dan cara pencegahan Diabetes Melitus secara efektif.

Menurut IDF (International Diabetes Federation) tahun 2014, terdapat 387 juta orang yang mengidap diabetes di seluruh dunia. Jumlah penderita di Indonesia tahun 2014 lalu mencapai 9,1 juta orang dan menempati peringkat ke-5 dunia, dari sebelumnya peringkat ke-7 pada tahun 2013.

Tiap 7 detik, orang meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan diabetes, seperti serangan jantung, stroke, hipertensi, dan lain-lain. Ironisnya, 7 persen penyandang diabetes tinggal di negara berkembang dengan pendapatan yang rendah.

Sangat disayangkan sekali bagi para diabetesi yang tidak melakukan pengecekan secara rutin. Padahal, perkembangan kadar gula darah seseorang dapat berubah dalam kurun waktu tertentu sehingga diperlukan pengecekan gula darah secara teratur.

Pengecekan ini diperlukan tidak saja untuk mengetahui kadar gula darah, namun juga membantu program terapi pengelolaan dan pengobatan DM. Jika kadar gula darh terkendali, obat-obatan tidak lagi diperlukan. DM cukup dikelola dengan pengendalian makan dan melakukan aktivitas fisik yang sesuai. Risiko komplikasi pun dapat dihindari.

Sejumlah faktor risiko seperti pengidap obesitas yang jarang bergerak, faktor keturunan, wanita yang melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi. Sebaliknya, mereka yang memiliki faktor risiko namun bisa mengendalikannya dengan aktivitas fisik yang baik, berat badan ideal, dan pola makan sehat bisa terhindar dari diabetes.

Keluhan yang terjadi pada diabetes yang sudah lanjut seperti sering buang air kecil malam hari, bangun tidur di pagi hari tidak segar – masih mengantuk karena tidur malamnya tidak nyenyak, malas kerja, lemas, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, dan sering haus. Pada tahap awal, berat badan naik, sementara pada tahap lanjut justru malah turun. Penglihatan tambah buruk, sering berganti kacamata.

Dibutuhkan edukasi, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, obat-obatan jika ditubuhkan, dan pengamatan secara teratur. Semua hal itu harus dilakukan pada saat yang bersamaan secara serentak. karena ini penyakit kronis jangka panjang, perlu pemahaman yang tepat.

Sayangnya, dalam hal ini sejumlah kebiasaan buruk penyandang DM masih saja dilakukan. Seperti pengobatan instan, padahal diabetes tidak terjadi secara instan, pengobatannya pun butuh proses, sama seperti perjalanan penyakitnya itu sendiri.

Yang perlu ditekanan adalah diabetes adalah penyakit kronis, yang akan dibawa terus setelah terdiagnosis. Kita hanya bisa mengontrol gula darahnya untuk mencegah komplikasi.

Selain itu, hilangkan persepsi keliru bahwa meminum obat jangka panjang bisa merusak ginajl. Faktanya, yang merusak ginjal adalah gula darah tinggi yang berkepanjangan. Obat DM memang dibuat untuk konsumsi jangka panjang dan tidak merusak. Lain halnya dengan obat rematik atau obat pereda nyeri yang dijual bebas, akan berbahaya kalau dikonsumsi lama.

Banyak bergerak misalnya jalan selama 30-60 menit sehari, 3-5 kali seminggu. kalau jarak tempuh dekat, lebih baik jalan ketimbang naik kendaraan. kalau ke mal, jalan kaki keliling dulu baru ke foodcourt. Berenang atau sepeda statis boleh saja, dengan pengaturan waktu yang tepat dan konsisten.

Dan yang tak kalah penting adalah pola makan sehat dengan menu seimbang dan jadwalnya teratur. Yang paling penting diet tidak melebihi kebutuhan total kalorinya. Ada kualitas dan komposisi zat gizi makro yaitu karbohidrat, protein, dan lemak yang dikonsumsi setiap harinya.

Penderita DM masalah terbesarnya ada pada hormon insulin yang bekerja untuk metabolisme karbohidrat. Artinya, jumlah tidak boleh meleset dan kualitas harus baik. Batasi karbohidrat sesuai kebutuhan energi dan pilihlah karbohidrat dengan kualitas yang baik, yang tidak cepat meningkatkan kadar gula darah atau indeks glikemik (IG) serendah mungkin.

Selain jumlah, jadwal makan juga sangat penting. Hal ini terkait fluktuasi gula darah. Bagi penderita DM, tidak dianjurkan jarak makan terlalu jauh yang bikin terlalu lapar hingga akhirnya makan dalam jumlah besar. Kondisi ini sangat tidak baik untuk regulasi gula darah karena fluktuasinya terlalu tajam. Secara umum, metabolisme dan absorpsi zat gizi dalam tubuh selesai dalam 4 jam, jadi bisa makan dengan jarak 4-5 jam.

Kesalahan umum para penderita DM adalah tidak memperhatikan jumlah makanan. Seringkali sudah merasa makan makanan yang sehat, misalnya makan nasi merah, tapi dalam jumlah banyak. Nilainya sama dengan makan nasi putih juga.

Makanan sehat itu baik, tapi makanan sehat tidak baik bagi tubuh ketika dimakan dalam jumlah yang berlebihan. Jumlah itu yang utama, juga jenis dan jadwalnya, karena targetnya adalah kestabilan gula darah.

Pilihan jenis makanan dengan IG rendah sangat penting. IG adalah skala seberapa besar jenis makanan dapat meningkatkan kadar gula darah seseorang. Ada 4 faktor yang perlu diperhatikan:

  1. Ada tidaknya serat dalam makanan tersebut, misalnya kentang yang dibakar dengan kulitnya memiliki IG lebih rendah dibanding kentang goreng.
  2. Ada atau tidak protein di dalamnya. IG pada nasi campur dengan biji-bijian lebih rendah dibanding nasi putih polos, karena protein akan menurunkan IG.
  3. Proses memasak. IG dari mie yang dimask cuma sebentar lebih rendah daripada mie yang dimasak sampai lembek sekali. Bubur mengandug IG lebih tinggi dari nasi putih biasa. Dalam proses memask, minyak menyebabkan penyerapan karbohidrat jadi lebih lambat, maka kecepatan kenaikan gula darah juga akan lebih lama.
  4. Ada tidaknya lemak di dalamnya. IG nasi putih biasa lebih rendah dari nasih uduk.

 

Demikianlah penyebab dan cara pencegahan Diabetes Melitus secara efektif serta informasi lengkap yang berhubungan dengannya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Tempat Kursus Internet SB1M di BANGKO ? MERANGIN (MERANGIN).

Kasih Komentar kamu di sini