Mengenali Penyebab dan Ciri-Ciri Anak Penderita Down Syndrome

Mengenali Penyebab dan Ciri-Ciri Anak Penderita Down Syndrome
Mengenali Penyebab dan Ciri-Ciri Anak Penderita Down Syndrome

Kita pasti pernah bertemu dengan orang-orang yang terlihat terbelakang secara mental, orang itu biasanya kalau bicara tidak jelas dan bahkan sulit mengerti ketika kita berbicara dengannya. Itu adalah anak-anak penderita Down Syndrome. Kita perlu mengenali penyebab dan ciri-ciri anak penderita down syndrome supaya kita bisa berinteraksi dengan mereka.

Jumlah penderita kelainan Down Syndrome di dunia sekarang sangat beragam, satu di antara 800-1000 bayi yang lahir dilaporkan menderita kelainan Down Syndrome. Sekarang ada sekitar 8 juta penderita di dunia, dan lebih dari 300.000 di Indonesia. Namun tak diketemukan kaitan antara kelainan ini dengan budaya setempat, kesukuan, tingkat sosial-ekonomi ataupun bagian belahan dunia tertentu (Thomson & Willard 1991).

Darimana datangnya Down Syndrome?
Nama sindroma ini berasal dari nama seorang dokter Inggris, John Langdon Down, yang pertama kali mencatat kesamaan ciri pasien anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan mental pada tahun 1866.

Bahwa kemudian diketahui ciri anak seperti itu berkaitan dengan kelainan kromosom adalah setelah dokter berkebangsaan Perancis, Jerome Lejeune, membuat penelitian mengenai pada tahun 1959.

Apa penyebabnya?
Down Syndrome, biasa disebut Mongolismus atau Trisomi 21, merupakan kelainan kromosom yang paling banyak terjadi. Tubuh manusia terdiri dari milyaran sel yang semuanya mempunyai pusat informasi genetik yang disebut kromosom.

Sebagian besar sel tubuh mengandung 23 pasangan kromosom (sehingga berjumlah 46 kromosom). Hanya sel reproduksi, yaitu sperma dan ovum yang memiliki masing-masing 23 kromosom tanpa pasangan. Pada kasus Down Syndrome, kromosom nomor 21 jumlah tidak 2 seperti lainnya, tetapi 3. Hingga total jumla kromosom menjadi 47.

Mengapa kromosom menjadi lain/tidak normal, sampai kini belum bisa diketahui penyebabnya. Namun usia ibu saat mengandung tampaknya ikut berpengaruh pada bayi yang dilahirkan.

Peluang mendapatkan anak dengan sindroma Dwon pada ibu hamil dengan usia 25 tahun adalah 1:400, pada usia 35 tahun 1:350, sedangkan pada umur di atas 40 tahun peluangnya semakin besar menjadi 1:100.

Tetapi tidak semua anak penyandang Down Syndrome lahir dari wanita-wanita yang berusia relatif lebih tua. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa 80% anak-anak penyandang Down Syndrome justru dilahirkan oleh ibu di bawah umur 15 tahun.

Mengenali Penyebab dan Ciri-Ciri Anak Penderita Down Syndrome
Mengenali Penyebab dan Ciri-Ciri Anak Penderita Down Syndrome

Bagaimana ciri-ciri gejala kelainan ini?
sebagaimana ditulis Dokter Down, anak-anak Down Syndrome ini mempunyai kesamaan fisik yang antara lain berwajah mongoloid; mata sipit, hidung bagian atas rata, bentuk telinga kecil, dan jarak antara jari jempol dan jari ke-2 pada kaki berjauhan.

Bayi dengan kelainan ini biasanya tumbuh lebih lambat, cenderung gemuk dan pendek. Karena kelainan ini berasal dari kromosom, yang menunjukkan keunikan seseorang, maka setiap individu penyandang Down Syndrome pun mempunyai keunikan masing-masing yang berbeda.

Penyakit apa saja yang biasanya menyertai anak-anak penyandang Down Syndrome?
Kebanyakan bayi penyandang Down Syndrome mempunyai perototan yang kurang kuat sehingga sulit bagi mereka untuk belajar tengkurap, merangkak, duduk, dan berjalan.

Terapi fisik, seperti fisioterapi maupun pijat akan membantu melatih otot. kemungkinan lain, walaupun tidak diderita semua anak Down Syndrome (kurang dari setengah populasi) adalah cacat jantung, kelainan paru-paru, gangguan pencernaan (sulit menelan, sulit buang air besar), gangguan mata (misalnya juling dan katarak), mudah terserang infeksi (telinga, batuk, pilek), gangguan tiroid, keluarnya gigi yang terlambat, serta kemampuan berbicara yang rendah.

Apakah berpengaruh pada tingkat kecerdasan penderitanya?
ketika penderita masih bayi, tentu masih sulit untuk menentukan tingkat intelegensianya. Pada usia balita baru bisa dilakukan deteksi; kisaran itu menunjukkan tingkat kecerdasan rendah, border line, hingga terbelakang.

Jika kesehatan fisik anak penyandang Down Syndrome terjaga selalu sehat, maka ia bisa belajar dengan lebih mudah. Banyak kasus memperlihatkan penyandang Down Syndrome bisa bekerja dan hidup mandiri.

Apakah anak penyandang Down Syndrome bisa melahirkan?
Secara teori anak perempuan penyandang kelainan ini tetap punya peluang melahirkan 50%.

Bisakah disembuhkan?
Karena sifatnya genetik, sifat bawaan, maka kelainan ini tidak bisa disembuhkan. Gangguan gejala Down Syndrome ini bisa dikelola dengan menyediakan perawatan kesehatan yang baik, pendidikan, serta kasih sayang dan perhatian yang memadai dari orangtua.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Bagi ibu hamil yang pernah punya anak dengan Down Syndrome atau berusia di atas 40 tahun harus terus memantau perkembangan janin karena kemungkinan melahirkan anak dengan Down Syndrome lebih besar.

Bagaimana kita bisa memastikan kesehatan janin anak kita?
Untuk memastikan kesehatan janin selama kehamilan, Anda membutuhkan suplemen yang bagus dan terpercaya untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Apalagi jika Anda susah punya anak, maka supplemen ini akan sangat membantu Anda.

Saksikan kesaksian Ibu Rizka Erlyana di bawah ini:

mengenali penyebab dan ciri-ciri anak penderita down syndrome

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, klik link INFO SEKARANG dan kami akan dengan senang hati membantu Anda.

Mengenali penyebab dan ciri-ciri anak penderita down syndrome sangatlah penting agar kita bisa memastikan janin di kandungan selalu sehat. Semoga berguna bagi Anda.

Baca juga artikel lainnya: Info dan Fakta Menarik Tentang Coklat dan Mitos-Mitosnya.

Kasih Komentar kamu di sini