Mengenal Sejarah Blangkon Yogyakarta dan Asal Usulnya

Mengenal Sejarah Blangkon Yogyakarta dan Asal Usulnya
Mengenal Sejarah Blangkon Yogyakarta dan Asal Usulnya

Selain topi dan peci sebagai penutup kepala, ternyata ada juga blangkon yang berfungsi sama. Namun berbeda dengan penutup kepala biasanya, blangkon identik dengan busana tradisional masyarakat Jawa dengan motif batik, khususnya Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kali ini kita mau mengenal sejarah blangkon Yogyakarta dan asal usulnya.

Blangkon di setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing. Seperti blangkon gaya Yogyakarta, mempunyai tekstur dan motif yang berbeda dari daerah lain, misalnya Jawa Tengah, Jawa Barat, Solo, dan lainnya.

Seperti apakah blangkon Yogya? Blangkon gaya Yogyakarta mempunyai mondolan (tonjolan seperti telur) pada bagian belakang blangkon. Sejarah pada waktu itu, laki-laki Yogya memanjangkan rambutnya tergerai acak-acakan. Rambut biasanya diikat di belakang kepala dengan ikatan kain, ikatan rambut itu disebut gelungan yang bermakna sebagai peringatan untuk mampu mengendalikan diri.

Mondolan di belakang juga dikaitkan dengan filosofi masyarakat Jawa yang pandai menyimpan rahasia, dan dalam bertutur kata maupun bertingkah laku penuh dengan kiasan dan bahasa halus, sebagai bukti keluhuran budi pekerti orang Jawa.

Blangkon mengisyaratkan jagad gedhe, sedangkan kepala yang ditumpanginya mengisyaratkan jagad alit. Karena dalam peranan manusia sebagai khalifah, kita membutuhkan kekuatan Tuhan. Blangkon menyimbolkan kekuatan Tuhan yang diperlukan bila manusia ingin menjalankan tugasnya untuk mengurus alam semesta.

Sebutan blangkon berasal dari kata blangko, istilah yang dipakai masyarakat Jawa untuk mengatakan sesuatu yang siap pakai. Dulunya blangkon tidak berbentuk bulat dan siap pakai, namun dari kain yang berbentuk persegi empat bujursangkar, ukurannya kira-kira selebar 105cm x 105 cm, cara pakainya melalui proses pengikatan yang cukup rumit.

Seiring berjalannya waktu, maka terciptalah inovasi untuk membuat ikat kepala siap pakai yang selanjutnya disebut sebagai blangkon yang siap pakai dan dijual bebas.

Itulah sekilas mengenal sejarah blangkon Yogyakarta dan asal usulnya. Semoga bisa menjadi pengetahuan tambahan untuk kamu tentang budaya khas Indonesia.

Baca juga: Penyebab dan Cara Menghilangkan Stres dan Beban Pikiran Secara Alami.

Kasih Komentar kamu di sini