Kanker Otak Glioblastoma dan Vaksin Kanker Masa Depan

Kanker Otak Glioblastoma dan Vaksin Kanker Masa Depan
Kanker Otak Glioblastoma dan Vaksin Kanker Masa Depan

Glioblastoma (jenis tumor otak yang paling mematikan) adalah kanker yang terbentuk dari sel berbentuk bintang di otak, yang disebut dengan astrosit. Kanker ini pada penderita orang dewasa biasanya dimulai di serebrum, bagian otak terbesar. Artikel ini membahas kanker otak glioblastoma dan vaksin kanker masa depan.

Kanker ini adalah salah satu penyakit mematikan yang paling ditakuti karena menyerang organ sentral yang paling signifikan bagi kelangsungan hidup manusia, yaitu otak.

Setiap tahunnya, 17.000 warga Amerika Serikat terdignosa menderita glioblastoma, dan hanya 2 yang dapat selamat lebih dari 5 tahun, meski diberi pengobatan. Kanker ini selalu kambuh kembali. Di Indonesia, walaupun tidak banyak yang mengidap kanker ini, tapi jumlahnya cukup besar.

Pengobatan Glioblastoma umumnya dimulai dengan reseksi melalui operasi, di mana ahli bedah saraf mengangkat jaringan kanker dari otak.

Tindakan operasi diikuti terapi radiasi, kemudian kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Banyak orang menjalan pengobatan dan kanker tersebut tumbuh kembali beberapa bulan kemudian.

Vaksin kanker relatif merupakan pendekatan baru, yang muncul dalam satu dekade terakhir. Pada 2010, Badan Obat dan Makanan Amerika menyetujui vaksin kanker terapeutik pertama untuk kanker prostat, dan saat ini ada beberapa vaksin kanker yang sedang diteliti.

Konsep dasarnya serupa dengan vaksin untuk penyakit campak atau cacar. Penyuntikan vaksin di tangan, menginduksi respon imun yang membantu tubuh melawan patogen tertentu.

Atau, dalam kasus ini, melawan sel kanker. Respons sitem kekebalan yang efektif akan mengecilkan tumor dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Di masa lalu, vaksin tampak tidak bekerja baik, karena tidak menghasilkan respons sistem kekebalan yang baik, karena tidak membunuh semua sel kanker atau bekerja dengan baik pada beberapa pasien, tapi tidak pada pasien lain.

Penelitian terhadap vaksin baru ini dimulai setelah kelompok advokasi kanker otak, mengumpulkan sumber daya beberapa tahun yang lalu dan mendekati dokter di pusat kanker terkemuka, memberikan proporsal mengenai cara baru melawan glioblastoma kambuhan.

Parsa dan rekan-rekan mengajukan proporsal vaksin kanker tipe baru, berdasarkan bundle molekul berukuran kecil, bernama heat shock proteins.

Molekul-molekul ini diambil dari tumor melalui oerpasi Agenus, Inc., membuatkan vaksin yang spesifik untuk setiap pasien, dan mengirimkan kembali vaksin tersebut kepada dokter, yang menyuntikannya pada pasien, beberapa kali dalam satu tahun. Harapannya, vaksin ini dapat menjadi satu cara memperpanjang usia harapan hidup pasien.

Kanker otak glioblastoma dan vaksin kanker masa depan adalah hal yang penting untuk dicapai sehingga para penderita kanker ini dapat hidup lebih lama.

Simak pula: Da Vinci Alat Bedah Robotik Membuat Operasi Lebih Akurat dan Terkontrol.

Kasih Komentar kamu di sini