Jenis-jenis penyakit hewan peliharaan yang dapat menular

Jenis-Jenis Penyakit Hewan Peliharaan yang Dapat Menular
Jenis-Jenis Penyakit Hewan Peliharaan yang Dapat Menular

Penyakit hewan peliharaan memang menyenangkan untuk dijadikan teman atau keperluan lain. Tapi si sahabat setia ini bisa jadi menularkan penyakit jika tidak dirawat dengan baik. Inilah jenis-jenis penyakit hewan peliharaan yang dapat menular yang dapat Anda pelajari sehingga Anda dapat terhindar dari penularannya.

Penyakit yang dapat ditularkan hewan kepada manusia dinamakan dengan zoonosis. Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui tiga golongan hewan menurut ukurannya, yaitu hewan besar, misalnya kuda, sapi, kambing, domba, babi; hewan kecil, misalnya anjing, kucing; serta hewan unggas, misalnya burung dan ayam.

Antraks
Penyakit hewan besar yang kerap muncul adalah antraks. Penyakit ini berasal dari bakteri. Gejala yang terlihat antara lain limpa hewan membesar dan darahnya berwarna kehitaman dan organ-organ lain seperti usus, paru-paru, dan kaki hewan juga dalam kondisi yang tidak baik.

Antraks muncul pada sapi, kambing, dan babi. Antraks patut diwaspadai, terutama pada saat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, di mana konsumsi daging sapi dan kambing akan meningkat.

Antraks dapat menular melalui beberapa cara, yaitu kontak langsung dengan bibit penyakit dari hewan yang sakit, menghirup bibit penyakit, serta mengonsumsi daging dan produk olahannya.

Jika bakteri antraks masuk ke dalam tubuh manusia, maka dapat menyerang sistem pernapasan dan pencernaan, serta menyebabkan radang otak.

Cacingan
Babi berpotensi menimbulkan penyakit cacingan yang berasal dari cacing askaris. Jika proses memasak daging babi tidak higienis, maka babi yang cacingan tersebut dapat termakan oleh manusia dan menyebabkan penyakit.

Brusellosis
Penyakit lainnya yang dapat ditularkan melalui hewan besar adalah Brusellosis. Jika tertular, penyakit ini dapat menyebabkan mandul, baik pada hewan, maupun pada manusia.

Rabies
Rabies dapat ditularkan melalui air liur hewan. Rabies dapat menyerang hewan besar seperti kuda, sapi, atau kambing, tetapi karena sifatnya yang tidak menggigit manusia, maka tidak akan menular.Kalau pun tergigit, kita tidak akan terluka, karena taring hewan tersebut tidak tajam.

Lain halnya dengan anjing, kucing, serta monyet. Rabies pada hewan-hewan ini dapt berlanjut menulari manusia karena sifatnya yang dapat menggigit, serta taringnya yang tajam.

Cacing Pita
Anjing juga dapat menulari penyakit cacing pita, terutama pada anak-anak. Biasanya anak-anak suka memegang ekor anjing saat bermain. Tanpa disadari, pada anus anjing terdapat larva cacing pita. Jika tangan tidak dicuci bersih, maka larva akan masuk ke dalam tubuh anak saat ia makan.

Toksoplasma
Penyakit menular lainnya adalah toksoplasma yang berasal dari larva oosis. Sebenarnya toksoplasma tidak hanya menyerang kucing atau anjing saja, tetapi semua hewan dapat terserang penyakit ini.

toksoplasma tidak dapat ditularkan melalui bulu hewan karena penyakit ini berasal dari parasit yang menyerang darah. Sedangkan bulu hewan hanya dapat menyebabkan alergi bagi manusia.

Gejala hewan yang terserang toksoplasma tidak terlihat secara kasat mata, seperti demam atau meriang. Semua berjalan normal, sampai suatu saat hewan tersebut sering mengalami kemandulan.

Pada manusia gejalanya juga tidak terlihat jelas. Toksoplasma dapat menyebabkan kemandulan, keguguran pada saat janin berusia tiga hingga lima bulan, anak yang lahir dapat mengidap hidrosefalus atau organ matanya cacat.

Penyakit Unggas
Penyakit yang ditularkan melalui hewan unggas dapat melalui beberapa perantara, antara lain melalui telur, yang berasal dari bakteri salmonella pulorum. Misalnya, jika telur dimasak setengah matang, maka akan berisiko terkena penyakit.

Psitakosis
burung berparuh bengkok, seperti burung parkit dan burung beo dapat menularkan penyakit psitakosis. Jika manusia tertulis psitakosis, maka gejala yang timbul adalah demam. Cara penularannya melalui udara, yaitu jika kita menghirup bangkai burung tersebut.

Agar Hewan Bebas Penyakit
Saat memutuskan untuk memelihara hewan peliharaan, maka perlu dipikirkan tujuan awalnya. Jika tujuannya untuk bermain, maka belilah hewan yang sehat.

Untuk mengetahui kondisinya, maka hewan itu sebaiknya diperiksa dulu oleh dokter hewan secara keseluruhan. Jika hewan itu memiliki penyakit, maka bisa segera dideteksi jenis-jenis penyakit hewan peliharaan yang dapat menular ini.

Setelah diperiksa, hewan juga harus dijaga kesehatannya dengan cara memberikan vaksinasi secara teratur minimal setahun sekali.

Sedangkan penanganan untuk hewan yang terserang toksoplasma lebih kepada menjaga kebersihan. Hewan yang terkena rabies tidak boleh diobati. Hewan tersebut harus dikandangkan untuk diobservasi gejalanya selama dua minggu, sampai akhirnya mati.

Hal itu bertujuan supaya dokter dapat mendiagnosa secara pasti bahwa seseorang memang telah tertular rabies dari hewan tersebut.

Demikianlah penjelasan tentang jenis-jenis penyakit hewan peliharaan yang dapat menular terhadap manusia. Kita juga perlu mengantisipasi agar tidak tertular penyakit hewan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan tubuh dan selalu mencuci tangan sebelum makan. Daging hewan yang akan dikonsumsi juga harus dimasak hingga matang. Hindari konsumsi daging setengah matang.

Baca juga: Jenis-jenis Coklat Olahan untuk Bahan Membuat Kue.

Kasih Komentar kamu di sini