Jenis-jenis Coklat Olahan untuk Bahan Membuat Kue

Jenis-jenis Coklat Olahan untuk Bahan Membuat Kue
Jenis-jenis Coklat Olahan untuk Bahan Membuat Kue

Ada banyak kue-kue yang dijual di toko-toko, mulai dari kue tart, kue ulang tahun, sampai kue coklat. Untuk membuat aneka kue, kue kering, dan roti, kita harus tahu jenis-jenis coklat olahan untuk bahan membuat kue agar dapat membuat kue dengan jenis coklat yang tepat.

Jenis coklat olahan:

1. Coklat bubuk (cocoa)
Dibuat dari bubur coklat atau balok coklat pahit, dengan menghilangkan sebagian lemaknya hingga tinggal 18-23%. coklat bubuk Belanda umumnya berwarna lebih gelap dan cita rasanya sangat kuat, karena diproses secara alkalis (basa).

Selain coklat bubuk untuk kue, dari proses tersebut bisa dihasilkan coklat seduh untuk minuman.

Bedanya, coklat minuman dicampur gula bubuk, kadang juga susu bubuk. Mengandung 298-442 kalori per 100g coklat, tergantung pada kadar lemaknya.

2. Meises
Produk coklat tabur, yang dibuat dari campuran bubur coklat atau padatan coklat murni, lemak coklat atau minyak goreng, bula, susu, esens, dan lesitin. Biasa digunakan sebagai taburan roti dan hiasan kue.

3. Coklat pahit (bitter chocolate)
Coklat ini banyak dimanfaatkan untuk campuran kue, sehingga sering disebut baking chocolate. Karena belum ditambahi gula sama sekali, produk ini disebut juga unsweetened chocolate. Kandungan kalorinya 100 g adalah 504 kalori.

Padatan coklat ini sebenarnya merupakan bahan baku untuk membuat berbagai jenis coklat masak.

4. Coklat masak (cooking chocolate)
Umumnya bisa langsung dimakan karena sudah diramu dengan tambahan gula, esens, lesitin, dan/atau susu. Sering pula disebut sebagai “ramuan coklat” (chocolate compound).

a. Coklat agak manis (semisweet/bittersweet chocolate): nama lainnya dark (cooking) chocolate, alias coklat masak pekat. Telah dibubuhi gula. Banyak dipakai untuk dicampurkan ke dalam kue kering dan cake. Mengandung lemak coklat 27%.

b. Coklat manis (sweet chocolate): dibandingkan coklat agak manis, kandungan lemak coklatnya relatif sama banyaknya, tapi gula yang dibubuhkan lebih banyak.

Lazim dimanfaatkan untuk dekorasi cake dan menghias sajian kue. Bisa juga langsung dimakan. Mengandung 565 kalori per 100 g.

c. Coklat susu (milk chocolate): Selain gula dan susu, produk ini umumnya juga dibubuhi esens. Lebih banyak mengandung susu daripada padatan coklat, yakni 12% banding 10%.

Bagus untuk hiasan atau sebagai pelapis cake/kue. Kandangan kalorinya 565 per 100 g.

d. Coklat putih (white chocolate): lebih banyak digunakan sebagai pelapis cake/kue dan hiasan. Meski namanya coklat, produk ini tidak mengandung coklat, kecuali hanya lemaknya.Itu pun sering diganti dengan minyak goreng.

Bahan ramuan untuk membuat coklat putih adalah lemak coklat, susu, gula, dan esens. Setiap 100 g mengandung 595 kalori.

Demikianlah jenis-jenis coklat olahan untuk bahan membuat kue. Semoga bermanfaat.

Lihat artikel lain di sini: Cara Mengobati dan Menyembuhkan Anemia Secara Alami dan Cepat.

Kasih Komentar kamu di sini