Info dan Fakta Menarik Tentang Coklat dan Mitos-Mitosnya

Info dan Fakta Menarik Tentang Coklat dan Mitos-Mitosnya
Info dan Fakta Menarik Tentang Coklat dan Mitos-Mitosnya

Tahukah Anda bahwa makanan yang salah dapat merusak daya ingat, suasana hati, dan vitalitas kita, jauh sebelum mereka mulai merusak jantung dan tulang-tulang kita? Coklat adalah salah satu makanan yang dianggap dapat merusak, tapi jangan percaya dulu, Anda perlu mengetahui info dan fakta menarik tentang coklat dan mitos-mitosnya supaya tidak salah kaprah.

Pola makan yang kurang kalsium, misalnya, perlu proses puluhan tahun sebelum tulang-tulang kita memperlihatkan tanda-tanda kerapuhan. Tetapi apa yang Anda makan atau tidak makan pagi ini dapat mempengaruhi suasana hati dan energi Anda hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Bicara soal makanan dan pengaruhnya terhadap suasana hati, coklat merupakan makanan populer yang paling sering dikaitkan dengan suasana hati. Coklat banyak disebut sebagai makanan yang mempunyai efek menentramkan hati.

Apakah ini ada hubungannya dengan kebiasaan memberi hadiah camilan coklat di hari kasih sayang (Valentine Day) di sebagian masyarakat Barat? Mungkin saja.

Ada sesuatu pada tekstur coklat dan juga zat-zat yang terkandung di dalamnya. Sesuatu yang mampu merangsang kelenjar-kelenjar adrenalin dan menghasilkan (hormon) endorfin, yang memberi suatu rasa menyenangkan, bukan sekadar rasa nayaman yang Anda dapat dari gula. Coklat adalah stimulan. Sedikit mirip kopi tapi rasanya lebih baik dari kopi.

Coklat juga sejak lama memiliki mitos sebagai makanan penambah gairah seks. Menurut kisah Hernandos Cortez (orang Spanyol pertama yang menaklukkan Meksiko ratusan tahun lalu), Kaisar Montezuma dari kerjaan Aztek konon biasa mengonsumsi 50 cawan minuman coklat setiap hari, diramu dengan campuran madu dan rempah-rempah, untuk meningkatkan kemampuan seksualnya.

Begitu berharganya minuman ini di mata sang kaisar, sehingga resepnya sempat dirahasiakan dari pengetahuan orang luar selama ratusan tahun.

Adalah Antionio Carletti yang pada tahun 1606 yang berhasil mendapat bocoran resep minuman ini, dan kemudian membawanya ke Italia. Sejak saat itu kepopuleran minuman coklat dengan cepat menyebar di Eropa.

Kini coklat bukan hanya dikonsumsi dalam bentuk minuman. Mulai dari camilan, gula-gula, es krim sampai minuman keras banyak menggunakan coklat. Meski dipercaya sebagai makanan penentraman hati, coklat juga sering diwanti-wanti sebagai makanan sumber penyakit.

Terutama mereka yang punya masalah dengan kulit dan berat badan, coklat termasuk makanan yang dianjurkan harus dihindari.

Ada juga mitos yang beranggapan jika anaknya terlalu makan banyak coklat olahan seperti kue coklat atau permen coklat, maka akan menjadi hiperaktif, padahal aksi hiperaktif ini bisa jadi karena faktor lingkungan.

Ada mitos lain yang berkata bahwa makan coklat dapat mengakibatkan tubuh menjadi gemuk. Padahal ini tidak benar karena sudah banyak berkembang program diet dengan menggunakan coklat dan banyak orang yang telah berhasil melakukannya.

Coklat itu sendiri aslinya merupakan biji-bijian yang memiliki rasa pahit dan tajam yang sebetulnya sangat tidak nyaman di lidah. Tetapi mengapa faktanya coklat terus digemari dan bahkan bisa digilai banyak orang?

Ingat! sebaik apa pun makanan, jika dikonsumsi berlebihan tetap akan menjadi penyakit. Makan secukupnya dan seperlunya saja. Demikianlah info dan fakta menarik tentang coklat dan mitos-mitosnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya: Dampak dan Efek Penggunaan Baby Walker Bagi Perkembangan Bayi.

Kasih Komentar kamu di sini