Dampak dan Efek Penggunaan Baby Walker Bagi Perkembangan Bayi

Dampak dan Efek Penggunaan Baby Walker Bagi Perkembangan Bayi
Dampak dan Efek Penggunaan Baby Walker Bagi Perkembangan Bayi

Bagi orangtua yang sudah telanjur memiliki baby walker, sebaiknya pemakaiannya itu ditunda sampai bayi setidaknya sudah bisa duduk dengan baik dan merangkak. jadi tepatnya di atas usia 9 bulan. Inilah dampak dan efek penggunaan baby walker bagi perkembangan bayi.

Secara umum orangtua membeli baby walker dengan tujuan agar anaknya bisa cepat berjalan atau bebas bergerak tanpa perlu digendong. kenyataannya, baby walker tidak terbukti dapat mempercepat proses berjalan.

Menurut penelitian, bayi-bayi yang memakai baby walker justru lebih lambat berjalan dibandingkan bayi yang tidak membakai baby walker.

Dari segi keamanan, pemakaian baby walker ternyata banyak efek negatifnya. Begitu mudah dan cepatnya alat ini bergerak, membuat angka kecelakaan karena baby walker menempati urutan teratas sebagai penyebab cidera pada bayi dibandingkan karena benda-benda yang tergeletak di lantai.

Apalagi baby walker meluncur tanpa bisa dikendalikan saat menuruni anak tangga. Jangkauan si kecil pun menjadi lebih luas dengan alat ini sehingga dengan mudahnya ia merah benda-benda berbahaya seperti air panas di atas meja, setrika panas, alat-alat listrik, dan lain-lain.

Bila baby walker ini membentur tembok, bisa membuat tangan atau kaki si kecil terjepit di antaranya. Itu sebabnya di beberapa negara, pemakaian baby walker tidak diperbolehkan.

Apa benar baby walker dapat menguatkan otot punggung dan melatih keseimbangan berdiri dan berjalan? Tidak benar, pemakaian baby walker ternyata hanya menguatkan otot-otot tungkai bagian bawah. Padahal untuk proses berjalan diperlukan kekuatan otot-otot tungkai bagian atas dan pinggul.

Bayi yang memakai baby walker cenderung berjalan dengan berjinjit dan malas untuk berlatih berjalan, karena dengan baby walker saja dia sudah dapat bergerak bebas kesana-kemari.

Jika Anda memang bersikeras untuk menggunakan baby walker, maka pilihlah baby walker yang aman, kokoh, stabil, dan berbadan lebar sehingga tidak muda masuk atau pindah keluar ruangan melewati pintu atau penghalang.

Dengan begitu, alat ini tidak mudah terbalik ke semua sisi dan daya luncurnya terbatas. Beberapa baby walker menganjurkan pemakaian tidak lebih dari 30 menit untuk menghindari kelelahan otot.

Jika Anda menggunakan baby walker, pastikan keadaan lantai rumah harus rata, jangan ada karpet atau benda-benda berserakan yang akan memudahkan baby walker tersandung dan terbalik.

Hindari benda-benda berbahaya dari jangkauan di kecil. batasi ruangan tempat si kecil beraksi dengan kendaraannya itu, kalau perlu bisa menghalangi agar tidak mudah pindah ke ruangan lain. jangan dekat-dekat dengan tangga karena alat ini dapat meluncur dengan cepat tanpa kita sempat untuk mencegahnya. Si kecil juga harus selalu ada dalam pengawasan kita setiap saat.

Penggunaan baby walker mungkin diperbolehkan, tapi harus dibatasi supaya dampak dan efek penggunaan baby walker bagi perkembangan bayi tidak menjadi negatif, tapi positif.

Baca pula artikel sebelumnya: Cara Ampuh Untuk Menghindari Persalinan Dengan Episiotomi.

Kasih Komentar kamu di sini