Cara Praktis Mencegah Osteoporosis yang Efektif Sejak Dini

Cara Praktis Mencegah Osteoporosis yang Efektif Sejak Dini
Cara Praktis Mencegah Osteoporosis yang Efektif Sejak Dini

Osteoporosis memang identik dengan penyakit yang dialami oleh kaum lanjut usia. Kendali demikian, edukasi dan informasi seputar osteoporosis perlu diketahui sedini mungkin. Cara praktis mencegah osteoporosis yang efektif sejak dini adalah dengan menabung peningkatan kepadatan tulang sejak dini.

Kepedulian harus dimulai sejak anak-anak hingga usia 35 tahun sebagai titik puncak kepadatan tulang. Sejak dini perlu mengonsumsi kalsium yang cukup agar grafiknya terus naik hingga usia 35 tahun. Setelah usia 35 tahun, secara alami mulai mengalami penurunan, yang bila diberikan apa pun sudah tidak efektif. pada masa ini bukan lagi menabung, tapi menjaga agar penurunannya tidak menukik tajam melainkan melandai.

Semakin padat tulang yang dimiliki, semakin besar pula kemungkinan terhindar dari keropos tulang di usia lanjut. Itu sebabnya sangatlah penting untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan kalsium yang tinggi seperti susu.

Selain kebutuhan kalsium harian sekitar 600-1.000 mg harus terpenuhi dengan baik, langkah berikutnya adalah dengan tetap bergerak, melakukan aktivitas fisik seperti olahraga teratur.

Bergerak dibutuhkan untuk memastikan metabolisme tubuh berjalan dengan baik. hal ini guna menunjang proses penyerapan kalsium yang dikonsumsi.

Gaya hidup masa kini cenderung minim gerak dibandingkan generasi dulu yang sejak bangun tidur hingga tidur kembali sar dengan aktivitas fisik. Kemudian teknologi, sarana transportsi, belum lagi kebiasaan memesan makanan hingga tak perklu repot membelinya langsung, mau tidak mau mengurangi porsi bergerak manusia modern saat ini.

Selain bergerak minimal, kendala lainnya adalah kjurangnya kemauan untuk meluangkan waktu berolahraga rutin, serutin mengonsumsi kalsium yang mestinya jadi kebiasaan sehari-hari.

Ada dua penyebab osteoporosis, yaitu primer (80 persen) dan sekunder (20 persen). Salah satu faktor sekunder adalah konsumsi obat-obatan seperti anti nyeri tulang yang mengandung obat steroid secara rutin, yang dapat menyebabkan pengeroposan tulang.

Pada osteoporosis primer, konsumsi susu tidak akan efektif, hanya bisa mengurangi kecepatan sebelum menjadi osteoporosis sepenuhnya. Cara praktis mencegah osteoporosis yang efektif sejak dini adalah menabung tulang yang harus dilakukan sejak dalam kandungan.

Kebutuhan kalsium juga tinggi pada anak-anak. Tapi bukan kalsium saja yang berperan. Ada pula vitamin D dan fosfat. Osteoblas sebagai sel pembantu tulang membutuhkan vitamin D dan kalsium untuk membentuk tulangnya.

Pada osteoporosis sekunder, harus ada aktivitas olahraga. Mereka yang hanya tidur-tidurdan dan tidak aktif bergerak akan makin mudah mengalami osteoporosis. Sebagai karakter tulang semakin digunakan akan semakin menguatkan diri. Semakin tidak digunakan, malah akan semakin keropos, karena mineral kalsiumnya semakin berkurang.

Osteoporosis merupakan silent disease yang muncul tanpa gejala tertentu. Tiba-tiba seorang nenak tambah pendek karena tulang belakangnya sudah gepeng. Atau saat kependok sedikit saja, sudah patah tulangnya karena rapuh. Inilah sebagian gejala yang sebenarnya baru timbul setelah osteoporosis terjadi. Padahal untuk sampai tahap itu mesti melewati tahapan yang disebut osteopenia – kondisi hilangnya zat mineral tulang. Inilah lampu kuning yang perlu diwaspadai.

Kategorinya, massa tulang pada pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density) apabila di bawah -2,5 osteoporosis; -1 sampai -2.5 osteopenia; di ats -1.0 disebut normal.

Wanita di atas usia 45 tahun dan pria di atas usia 55 yahun paling berisiko mengalami oteoporosis ini. Dibanding pria, wanita memang memiliki risiko lebih besar sekitar 75:25 persen. hal ini terkait dengan faktor hormonal kaum Hawa.

Karena itu tidak ada salahnya melakukan screening bone mineral density (BMD) atau tes kepadatang mineral tulang untuk mengetahui apakah posisinya normal, osteopenia, atau justru sudah osteoporosis.

Osteopenia bila antara -1 dan -2.5, tergantung borderlinenya ke arah atas atau ke bawah. kalau sudah ke bawah, sudah boleh mulai diberikan obat-obatan penanganan osteoporosis. Sebab kalau tidak diterapi akan terus menurun dan jatuh pada tahap osteoporosis.

Sementara itu, pada borderline atas masih bisa dicegah dengan pemberian kalsium dan banyak bergerak. Pada mereka yang sudah osteopenia, bisa memilih olahraga kombinasi antara low impact dan high impact. Misalnya berjalan, berenang, dan bersepeda.

Yang tidak boleh dilakukan pada osteopenia adalah mengangkat beban berat dengan posisi membungkuk – sebaiknya dengan jongkok terlebih dahulu. Posisi tubuh yang keliru bisa berdampak buruk.

Sedangkan bagi penyandang osteoporosis, pergerakan memang terbatas. Dalam hal ini bisa dilihat BMD-nya, berapa besar kadar keroposan tulangnya dan ada di posisi mana saja, apakah di tulang belakang ataukah di tulang panjang.

Jika keropos pada tulang belakang, jangan banyak mengangkat beban berat atau olahraga keras. Untuk tulang panjang, hati-hati jangan sampai kepentok. Tulang panjang yang sering mengalaminya adalah pada bagian paha dan pergelangan tangan.

Pastikan kamar mandi tidak licin karena akan membahayakan orang tua. Seringkali terjatuh di kamar mandi, bisa patah tulang panggulnya. Ini akan menyebabkan besarnya risiko kecacatan, juga harga obat yang mahal, terlebih bila sampai patah tulang.

Operasi tulang karena osteoporosis tidaklah mudah. Ibarat gelas yang jatuh dengan banyak serpihan seperti puzzle, akan sangat sulit untuk menyatukannya kembali.

Tulang yang keropos jatuh lebih sulit diatasi dari tulang normal yang patah. Selain itu, karena tulangnya keropos, akan sulit memasang pen sebagai penyangga. Operasi yang berhasil pun bukan jaminan. Bisa jadi saat mulai berjalan, pecah semua karena keadaannya yang sudah keropos. Risiko komplikasi dari operasi juga sangat tinggi.

Pencegahan osteoporosis sangat bergantung pada penyebabnya. Osteoporosis primer yang genetik atau yang sudah diturunkan, Cara praktis mencegah osteoporosis yang efektif sejak dini adalah dilakukan sejak ibu sedang hamil, dengan mengonsumsi kalsium yang sangat tinggi sehingga anak yang dilahirkan punya bone stock atau stok tulang yang tinggi dalam tubuhnya.

Sebab secara alami kalsium dalam tubuh seseorang akan menurun sejak usia 30 tahun dengan kecepatan yang berbeda-beda tiap individu.

Jika stoknya rendah, maka start untuk turunnya sudah rendah. Sebaliknya jika stoknya tinggi, maka kecenderungan untuk menurun tidak akan mencapai osteoporosis.

Bagi yang sudah terdiagnosis mengidap osteoporosis, dilarang melakukan olahraga berat yang bisa menyebabkan tergelincir atau jatuh. Lebih disarankan untuk memilih olahraga yang moderat seperti berenang atau jalan kaki.

Demikianlah cara praktis mencegah osteoporosis yang efektif sejak dini dan informasi-informasi lainnya seputar osteoporosis. Semoga bermanfaat.

Jangan sampai ketinggalan: Kursus Online Internet Marketing SB1M di Banjarmasin Selatan.

Kasih Komentar kamu di sini