Cara Menghentikan Mimisan yang Terus Menerus Dengan Benar

cara menghentikan mimisan yang terus menerus dengan benar

Pendarahan pada hidung atau yang biasanya disebut mimisan bisa terjadi pada siapapun juga, tak terkecuali anak-anak. Itu bsebabnya kita perlu tahu cara menghentikan mimisan yang terus-menerus dengan benar supaya kita bisa mengantisipasi terjadinya pendarahan yang lebih banyak.

Sebenarnya apakah mimisan itu? Mimisan sebenarnya adalah luka kecil yang disebabkan oleh pecahnya aliran darah yang ada di dalam hidung. Jika dibiarkan, mimisan bisa menjadi pilek karena hidung terus-menerus mengeluarkan cairan kental (terkadang encer) serta bisa menyebabkan berbagai macam alergi.

Jadi jangan anggap enteng mimisan, karena ada beberapa jenis mimisan yang dapat menjadi gangguan kesehatan yang cukup serius seperti mimisan posterior (pendarahan dari ruang hidung) yang sangat dalam yang susah dihentikan karena mengeluarkan banyak darah.

Penyebab dari mimisan yang menyerang orang-orang tua ini biasanya karena berbagai hal, bisa karena penggunaan obat, keturunan, atau penyakit. Penyebab itu di antaranya:

  • Pengerasan saluran-saluran darah daerah hidung (nasal) yang disebut Aterosklerosis.
  • Membuang ingus terlalu keras.
  • Tidak sengaja melukai dinding hidup saat mengorek hidung
  • Tekanan darah tinggi.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, atau obat pelega pernafasan secara berlebihan.
  • Mengonsumsi minuman keras yang mengandung alkohol.
  • Gangguan pendarahan primer (seperti hemofilia).
  • Tumor di hidung.
  • Pemakaian narkoba, seperti kokain.
  • Cedera di hidung.
  • Hemofilia (kelainan pada kemampuan pembekuan darah).

 

Mimisan posterior biasanya memerlukan perawatan dokter yang ¬ćintensif. Mimisan yang mengalami pendarahan berulang-ulang dan tidak bisa dihentikan setelah 10 sampai 15 menit¬† harus mendapatkan perawatan medis secara khusus. Mimisan seperti ini mungkin memerlukan kauterisasi aliran darah. (Kauterisasi menghancurkan jaringan dengan cara membakarnya dengan panas, zat-zat kimia, atau dengan listrik).

Tapi Anda tidak perlu kuatir karena mimisan posterior itu jarang terjadi. Tapi jika Anda mengalami mimisan biasa, ada beberapa cara yang dianjurkan untuk menghentikan mimisan:

  1. Duduklah dengan kepala agak condong ke depan. Posisi yang condong ke depan akan membuat darah keluar melalui hidung dan tidak masuk ke tenggorokan.
  2. Jepitlah lubang hidung dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk sedemikian rupa sehingga septum nasal (bagian tengah hidung) seperti dipijat dengan pelan. Tindakan ini akan memberikan tekanan pada sumber pendarahan sehingga menghentikan darah.
  3. Tahan prosedur ini selama 15 menit dan jangan dilepaskan. Bernafaslah melalui mulut.
  4. Pada saat yang sama, berilah kompres dingin (seperti es dalam kain yang lembut) di daerah sekitar hidung untuk memperlambat pendarahan.
  5. Selama 24 jam berikutnya, jangan menurunkan kepala di bawah dada.
  6. Selama 24 jam berikutnya usahakan untuk tidak membuang ingus, membungkuk, mengangkat barang-barang berat, membungkuk, memencet hidung atau melakukan olahraga terlalu berat agar hidung tidak mengalami iritasi.

Setelah mengalami mimisan, hidung biasanya akan lebih mudah terkena infeksi atau iritasi. Sebab itu sementara hidung pulih, menjauhlah sebisa mungkin dari orang-orang yang sedang pilek, batuk, atau terserang flu. Hindari juga minuman keras, rokok, dan minuman panas untuk sementara waktu.

Setelah mimisan berhenti, biasanya ada bekas luka pada pembuluh darah yang berbentuk koreng dan membuat hidung Anda tidak nyaman. Jangan menggaruk atau mengorek koreng itu karena ini dapat membuat bekas luka itu kembali terbuka dan membuat terjadinya mimisan kembali.

Dalam menghindari kambuhnya mimisan, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Jangan membuang ingus terlalu keras.
  • Ekstra hati-hati jika mengorek hidung dalam terlalu dalam.
  • Jika menggunakan obat pelega hidung, gunakan sesuai aturan dokter atau dosisnya.
  • Jika Anda perokok, berhentilah merokok karena rokok dapat meningkatkan risiko iritasi pada hidung dan mengurangi kelembaban hidung.

Jika sampai kira-kira 20 menit mimisan tidak berhenti juga, pergilah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dokter. Penanganan medis ini tergantung pada penyebab mimisan.

Demikianlah cara menghentikan mimisan yang terus menerus dengan benar, semoga bermanfaat.

Baca juga artikel saya yang lainnya di sini.

Kasih Komentar kamu di sini