Cara Bijaksana Menggunakan Kartu Kredit Dengan Benar dan Tepat

Cara Bijaksana Menggunakan Kartu Kredit Dengan Benar dan Tepat
Cara Bijaksana Menggunakan Kartu Kredit Dengan Benar dan Tepat

Maraknya tawaran kartu kredit dan kemudahan dalam mengajukan aplikasi kartu kredit membuat masyarakat ingin memiliki kartu kredit. Katanya, kalau sekarang tidak punya kartu kredit berarti ketinggalan zaman. itu sebabnya kita harus belajar cara bijaksana menggunakan kartu kredit dengan benar dan tepat.

Untuk itu, sebelum Anda mengajukan kartu kredit atau jika Anda sudah memiliki kartu kredit, sebaiknya Anda telah paham dengan hak dan kewajiban sebagai pemegang kartu kredit.

Hak dan kewajiban pemegang kartu kredit

Beberapa keuntungan atau hak yang didapatkan pemegang kartu kredit:

  1. Diskon di merchant tertentu;
  2. Bunga 0% untuk pembelian barang atau jasa tertentu;
  3. Tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak;
  4. Mengetahui besar bunga kartu kredit untuk belanja 3,25% – 3,5 per bulan (39%-42% per tahun) dan bunga tarik tunai 4% per bulan atau 48% per tahun;
  5. Mendapatkan informasi tagihan secara lengkap, akurat, dan informatif dan dilakukan secara benar dan tepat waktu.

Sedangkan kewajiban pemegang kartu kredit adalah:

  1. Membayar annual fee;
  2. Melunasi tagihan sebelum jatuh tempo;
  3. Membayar bunga kartu kredit jika nasabah tidak melunasi tagihannya sebelum jatuh tempo;
  4. Membayar bunga atas biaya meterai;
  5. Membayar biaya keterlambatan atau penalti.

Jika nasabah mengetahui hak dan kewajibannya sebagai pemegang kartu, niscaya nasabah tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran tagihan kartu kreditnya.

Tapi sebagian masyarakat kita telanjur mempersepsikan kartu kredit sebagai kartu utang, bukan sebagai kartu plastik yang dapat digunakan untuk memudahkan pembayaran.

Perilaku nasabah yang seperti ini menjadikan utangnya semakin menumpuk dan kesulitan dalam melakukan pelunasan.

Cara Bijaksana Menggunakan Kartu Kredit Dengan Benar dan Tepat
Sejatinya kartu kredit adalah pinjaman berisiko tinggi karena tidak melalui syarat pinjamian yang lazim berlaku, seperti tanpa memiliki jaminan dan proses yang mudah.

Oleh karena itu, bank mengenakan bunga cukup tinggi sebagai kompensasi jika terjadi write off akibat gagal bayar.

Bank penerbit kartu terkadang tidak transparan atas pengenaan bunga kartu kredit, bahkan bank bisa mengerapkan metode perhitungan bunga berbunga atau compounding interest.

Jika metode itu yang digunakan maka akhirnya saldo utang nasabah akan kian besar.

Agar tidak bermasalah dengan kartu kredit, berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan:
1. Pastikan jika menggunakan kartu kredit, Anda telah mempunyai saldo yang cukup untuk melakukan pembelanjaan kartu kredit tersebut. Jangan sampai Anda sebenarnya tidak punya uang tapi memaksa belanja dengan memakai kartu kredit.

2. Pastikan Anda membayar lunas dan sebelum jatuh tempo tagihan kartu kredit Anda. Dengan begitu, Anda tak akan terkena bunga atas tagihan Anda.

3. Jika Anda tak dapat membayar lunas beberapa tagihan kartu kredit Anda, sebaiknya stop pemakaian kartu kredit itu.

Selanjutnya cepat lunasi beban tersebut atau bayar secara bertahap kartu kredit yang bunganya tertinggi atau yang tagihannya paling besar jika bunganya sama. Perlu diperhatikan, pembayaran ini harus di atas pembayaran minimal dan dengan jumlah yang sama tiap bulan sampai lunas.

Selain itu, ada beberapa cara bijaksana menggunakan kartu kredit dengan benar dan tepat yang harus Anda gunakan ketika memang terpaksa harus berutang:
1. Gunakan utang untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif. Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk membeli aset yang akan meningkat nilainya seiring berjalannya waktu, atau aset tersebut akan menghasilkan pendapatan yang sama atau lebih besar daripada cicilan utang.

Contoh, kredit pemilikan rumah (KPR), kepemilikan logam mulia (KLM), dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

2. Rasio cicilan utang sebaiknya tak melebihi 35% dari penghasilan utama pencari nafkah (bukan penghasilan gabungan suami + isteri). Contoh, penghasilan suami Rp. 8 juta, penghasilan isteri Rp. 5 juta.

Total penghasilan Rp. 13 juta. Maka, idealnya nilai utang maksimal Rp. 2,8 juta (35% x Rp. 8 juta), bukan Rp. 4,55 juta (35% x Rp. 13 juta). Sebab jika suatu waktu isteri tak dapat bekerja lagi karena hamil atau PHK, utang tidak membebani keuangan keluarga.

3. Gunakan kartu kredit untuk kemudahan transaksi bukan untuk kartu utang. Sebab, Anda akan membeli barang/jasa lebih mahal 1,5 kali lipatnya jika anda mencicilnya selama 1 tahun.

4. Jangan menukar utang kartu kredit atau utang tanpa jaminan dengan utang yang menggunakan jaminan. Utang dengan jaminan memiliki konsek Anda akan kehilangan aset jika Anda tidak dapat membayar utang-utang Anda.

Jadi jika Anda sudah bertekad untuk memiliki kartu kredit, ada baiknya Anda mempertimbangkan cara bijaksana menggunakan kartu kredit dengan benar dan tepat di atas supaya keuangan Anda tetap terjaga aman walaupun telah memiliki kartu kredit.

Baca juga: Manfaat Vitamin dan Mineral bagi Kesehatan Kulit.

Kasih Komentar kamu di sini