Asal Perangkat Makan dan Cara Penggunaan yang Benar

Asal Perangkat Makan dan Cara Penggunaan yang Benar
Asal Perangkat Makan dan Cara Penggunaan yang Benar

Sudah menjadi konsensus “internasional” bahwa manusia makan menggunakan peralatan pengganti tangan. Ini tentu terlepas dari budaya beberapa bangsa yang masih makan langsung dari tangan. Di sini dibahas asal perangkat makan dan cara penggunaan yang benar.

Di Indonesia, umumnya digunakan garpu dan sendok. Sementara di negara Barat, yang dijadikan standar cara makan internasional, digunakan 3 serangkai peralataan, sendok-garpu-pisau. Di negara-negara “oriental” seperti Jepang, Cina, Korea, dan Taiwan, masyarakatnya makan menggunakan sumpit.

Awalnya, pada jaman prasejarah, manusia makan menggunakan tangan. Batu berujung tajam dijadikan alat bantu untuk membersihkan dan memotong makanan. Lama kelamaan, batu ini diikatkan pada benda lain seperti kayu, untuk memudahkan penggunaannya. Itulah awal mula terciptanya pisau.

Sementara di daerah patai, di mana terdapat banyak lokan, masyarakatnya mulai mengikatkan ranting pohon pada lokan sehingga menjadi semacam alat yang digunakan untuk melindungi tangan saat mengambil benda-benda yang bersuhu tinggi alias panas.

Itulah awal mula terbentuknya sendok. Kata “spoon” (sendok dalam bahasa Inggris) berasal dari bahasa Anglo Saxon “spon”, yang berarti kepingan atau pecahan kayu.

Pada perkembangannya kemudian, kedua alat ini dibuat dari berbagai bahan seperti gading, tanduk binatang, porselen, dan kristal. Bahkan pada beberapa penggalian benda sejarah, ditemukan sendok atau pisau bertahtakan batu permata, dan terbuat dari emas atau perak.

Skandal Garpu
Garpu baru lahir kemudian, yang dilacak berasal dari era kerajaan Romawi. Garpu pada masa itu berukuran besar dengan dua ujung runcing. Saat itu hanya digunakan untuk memotong dan menghidangkan daging. Kedua ujungnya yang tajam menahan daging agar tidak loncat ketika dipotong, yang tidak dapat dilakukan oleh pisau.

Garpu sebagai perangkat makan dilakukan raja-raja di Timur Tengah pada sekitar abad ke 10, termasuk di Byzantinum. Oleh seorang putri byzantin yang menikah dengan bangsawan Italia, garpu mulai diperkenalkan pada masyarakat Italia. Cara makan sang putri saat itu menimbulkan skandal besar, karena tak biasa masyarakat Italia makan menggunakan garpu. bahkan oleh gereja, cara makan itu dikecam sebagai immoral!

Namun perlahan tapi pasti, cara makan sang putri diikuti oleh masyarakat Italia. Adalah Chaterine de Medicis, yang kemudian menjadi isteri raja Prancis Henry II, yang membawa garpu dari Italia ke Prancis. Cara makan ini diikuti oleh bangsawan di Perancis, hingga menyebar ke seluruh Eropa.

Garpu pada saat itu berukuran kecil dengan ujung yang pendek, hanya digunakan untuk menusuk dan menahan makanan, daripada untuk “menyendok” makanan seperti yang dilakukan sekarang.

Bentuknya juga mengalami perkembangan, tidak hanya berujung dua, melainkan tiga sampai empat bilah. Sejak itulah, mulai diproduksi perangkat makan pisau dan garpu di Eropa. Kaum bangsawan dan orang kaya bahkan membawa-bawa peralatan makan ini dalam setiap perjalanan karena tidak setiap penginapan atau tempat makan menyediakannya.

Ada Aturannya
Seiring perkembangan jaman, cara makan kini diatur. Alat makan juga semakin beragam dan kompleks, di mana setiap jenisnya khusus dibuat untuk makanan tertentu. dalam perjamuan resmi, biasany di meja makan diatur seperangkat alat makan.

Anda tidak perlu pusing, bila dalam jamuan itu setiap menu punya peralatan sendiri, di mana pelayan akan mengganti piring bekas makan beserta perangkatnya dan menggantinya dengan yang baru untuk setiap jenis makanan.

Namun bila di meja sudah diatur semua perangkat makan, memang ada aturan penggunaannya. Biasanya, perangkat makan itu diatur di sisi kiri dan kanan piring. Aturan umumnya, alat makan itu digunakan mulai dari sisi terluar. Sementara sendok/garpu/pisau kecil yang ada di depan piring, digunakan untuk makanan penutup.

Bila masih tak jelas juga, lirik saja tamu di kiri kanan Anda, dan ikuti caranya menggunakan alat-alat itu. kalaupun salah, Anda tak sendirian melakukan kekeliruan.

Demikianlah asal perangkat makan dan cara penggunaan yang benar. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Teknik Terbaru Transplantasi Kornea Mata yang Canggih dan Aman.

Kasih Komentar kamu di sini